Tahukah kamu kalau judi merupakan kegiatan yang sebenarnya dinilai sebagai hiburan oleh banyak orang? Ya, banyak dari mereka yang merasa membutuhkan judi sebagai pelarian dari kegiatan mereka sehari-hari.

Tapi sayangnya, kegiatan judi terkadang menjadi candu dan membuat sebagian penjudi menjadi kecanduan akan hal ini. Itulah yang menjadi masalah, di mana terkadang para penjudi rela melakukan berbagai hal untuk melakukan judi dan membuat mereka melupakan kehidupan pribadi mereka akhirnya.

Nah, salah satu dariefek kecanduan judi ini adalah penjudi kompulsif. Kali ini kami akan membahasnya lebih lanjut untuk kamu pahami.

Judi Kompulsif

Judi kompulsif mengacu kepada keinginan yang tidak terkendali untuk terus berjudi, tidak peduli berapa banyak efek dan uang yang harus dikeluarkan untuk melakukan kegiatan tersebut. Meskipun banyak orang yang menjadikan judi sebagai kegiatan yang menyenangkan, tapi judi menjadi kebiasaan buruk yang tidak bisa mereka kendalikan.

Perjudian patologis sudah disadari ditemukan di setidaknya 1% populasi yang ada. Ini adalah kondisi mental yang serius dan bisa membawa seseorang ke dalam kebiasaan negatif dan memiliki konsekuensi mempengaruhi kehidupan orang di dalam kehidupan si penjudi.

Memahami psikologi dari kecanduan judi dan melakukan perawatan dari judi adalah hal yang menantang. Tetapi sudah banyak orang yang berhasil untuk mengatasi masalah judi kompulsif ini melalui perawatan profesional.

Mari kita lihat lebih jauh mengenai beberapa pertanyaan yang bisa membantu seseorang menyadari kecanduan judinya, sehingga bisa dilakukan perawatan sedini mungkin.

Apakah ada kepribadian penjudi yang kompulsif?

Psikologi judi memberikan kita insight lebih jauh ke apa yang membuat orang ingin melakukan judi, tapi psikologi dari pemikiran ini bisa membantu kita untuk memahami lebih baik tentang isu ini.

Meskipun tidak ada definisi yang spesifik tentang kepribadian dari penjudi yang kompulsif, penelitian menunjukkan kalau masalah penjudi memiliki kecenderungan genetik, seperti suka mencari penghargaan atau impulsif, dengan pecandu narkoba.

Ini adalah dua fitur fisiologis utama yang dibagikan oleh kedua kelompok ini:

  • Sistem Hadiah Otak Undaktif
  • Kurang aktivitas di korteks prefrontal

Sistem hadiah otak undaktif mengacu pada kemampuan untuk merasakan kenikmatan seperti orang biasanya. Orang yang sistem hadiah otaknya kurang aktif biasanya cenderung tertarik pada kegiatan yang menyimpang melimpahi jalur hadiah.

Sedangkan pada sisi lain, kurang aktivitas di korteks prefrontal dari otak bertanggung jawab untuk pembuatan keputusan, kognitif, dan kontrol impulsif. Penelitian sudah menunjukkan orang yang berjudi secara kompulsif mirip dengan mereka yang merupakan pecandu narkoba, memiliki aktivasi yang lebih rendah pada area dari otak ini dibandingkan dengan orang-orang lainnya.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai judi kompulsif yang mungkin ingin kamu ketahui.